Categories
Hukum Seputar Shalat

Malam Harinya Mabuk, Paginya Shalat Subuh Apakah Shalatnya Sah?

Apa hukum syariat islam yang menenggak khamr pada malam hari, tetapi pada waktu subuh mengerjakan shalat subuh, sementara shalat mencegah dari kekejian dan kemungkaran, apakah shalatnya sah atau batal?

Jawab: Jika seorang mengerjakan shalat dengan melengkapi rukun, syarat dan kewajibannya maka shalatnya sah. Ia mendapatkan pahalanya tetapi juga mendapatkan dosa meminum khamr. Dia termasuk orang yang mencampur amalan shalih dan amalan yang buruk.

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ. وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan) nya pula”. ([1])

([1]) QS. Az-Zalzalah 7-8

Categories
Hukum Seputar Shalat

Pingsan Di Rumah Sakit Berbulan-bulan Haruskah Menjamak Shalat?

Aku terkena bencana tertabrak mobil, akhirnya aku tergeletak di rumah sakit selama tiga bulan tidak sadar dan aku tidak shalat selama rentang waktu tersebut, apakah saya harus mengulang semua shalat yang aku tinggalkan? 

Jawab: telah gugur kewajiban shalat bagimu pada waktu tersebut selagi engkau tidak sadar pada masa itu.

Categories
Hukum Seputar Shalat

Menjamak Shalat Karena Tidak Boleh Shalat Ketika di Kelas

Apakah boleh bagi murid menjamak antara dhuhur dan ashar, karena guru-guru dan penanggung jawab tidak membolehkan shalat pada waktunya sebab mereka masuk kelas? 

Jawab: wajib bagi murid tersebut melakukan shalat dhuhur empat rakaat pada waktunya, shalat asar empat rakaat pada waktunya, sedangkan para guru tidak mengizinkan, maka ini bukan udzur yang membolehkan jamak antara dua shalat.

Categories
Hukum Seputar Shalat

Hukum Meninggalkan Shalat Jamaah Karena Sedang Belajar

Apakah seorang muslim boleh meninggalkan shalat jamaah karena sibuk dengan pelajaran dan jam belajar? 

Jawab: Wajib bagi seorang muslim untuk mengerjakan shalat fardhu berjamaah bersama kaum muslimin lainnya di masjid, tidak boleh meninggalkannya tanpa udzur syar’i, misalnya sakit atau takut. Adapun sibuk dengan pelajaran maka itu bukan alasan untuk boleh meninggalkan jamaah.

Categories
Hukum Seputar Shalat

Hukum Shalat Jamaah Di Rumah Dan Imam di Masjid

Hukum shalat jamaah di rumah, karena beralasan sudah mendengar imam dari pengeras suara masjid?

Jawab: Shalat tidak sah, ini adalah madzhab Syafi’i dan Imam Ahmad, kecuali jika shaf menyambung sampai ke rumahnya dan memungkinkan untuk mengikuti imam dengan melihat dan mendengar suara maka shalatnya sah. Karena kewajiban bagi lelaki muslim adalah mengerjakan shalat berjamaah di rumah-rumah Allah azza wa jalla bersama saudara-saudara mereka seislam, berdasarkan sabda Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam

مَن سَمِعَ النداءَ فلم يأتِه فلا صلاةَ له إلا مِن عُذر

“Barangsiapa yang mendengarkan adzan lalu tidak mendatanginya, maka tidak sah shalatnya kecuali jika ada udzur”. ([1])

([1]) HR. Abu Dawud 511, Ibnu Majah, Ad-Daruquthni dan Al-Hakim.

Categories
Hukum Seputar Shalat

Shaf Renggang Apakah Shalat Sah?

Terkadang ada salah seorang maju dan tidak berada lurus di shaf, sehingga shaf pun bengkok, sudah kita nasehati, tapi tidak mau, apakah shalat kita sah?

Jawab: Shalat sah, dan kalian terus menasehati dia

Categories
Hukum Seputar Shalat

Hukum Garis Kiblat Miring Agar Shaf Rapi

Apa hukum membuat garis karena kiblat miring sedikit dengan tujuan shafnya rapi?

Jawab: Tidak mengapa, sekalipun jika mereka shalat pada kondisi demikian tanpa garis pun tidak mengapa, karena miring sedikit tidak berpengaruh.

Categories
Hukum Seputar Shalat

Benarkah Nabi Dia Sejenak Setelah Membaca Alfatihah Dalam Shalat?

Apakah ada hadits yang menyebutkan bahwa Nabi diam di antara Al-Fatihah dan surat setelahnya?

Jawaban: Diam antara surat Al-Fatihah dan surat lain setelahnya tidak ada hadits yang menunjukkan hal itu dari Nabi, sebagaimana pendapat para fuqaha bahwa imam diam sebentar sekedar makmum bisa membaca Al-Fatihah. Akan tetapi itu hanya diam singkat dan tidak lama. (Fatwa al-Útsaimin)

Categories
Hukum Seputar Shalat

Kapan dan Bagaimana Shalat Fardhu Di Pesawat?

Pertanyaan: Kapan wajib shalat di pesawat? Bagaimana cara melakukan shalat fardhu dan shalat sunnah di pesawat? (311)

Jawaban: Wajib shalat di pesawat jika sudah masuk waktunya, akan tetapi jika tidak memungkinkan untuk mengerjakan shalat di pesawat layaknya melakukan shalat di bumi maka ia tidak boleh shalat fardhu di pesawat selama memungkinkan pesawat turun sebelum keluar waktu shalat tersebut, atau waktu shalat berikutnya jika shalatnya bisa dijamak.

Contohnya, jika pesawat terbang dari Jeddah sebelum matahari terbenam, kemudian matahari pun terbenam ketika ia sudah berada di udara, maka ia tidak shalat maghrib sampai pesawat turun di bandara. Jika ia khawatir keluar dari waktunya maka ia bisa meniatkan jamak ta’khir dengan isya’ dan dilakukan setelah turun. Tetapi jika pesawat masih lama dan dikhawatirkan keluar dari waktu shalat isya’, yaitu pertengahan malam, maka ia shalat di pesawat sebelum keluar dari waktunya.

Cara shalat fardhu di pesawat adalah dengan berdiri menghadap ke kiblat lalu bertakbir, membaca Al-Fatihah dan membaca istiftah sebelum itu, kemudian membaca surat lain, kemudian ruku’, lalu bangkit dari ruku’, kemudian sujud, jika tidak memungkinkan untuk sujud maka ia bisa duduk dengan cara berisyarat sujud, dan seterusnya sampai akhir shalat dengan tetap menghadap kiblat.

Adapun cara shalat sunnah di pesawat, maka ia bisa melakukannya dengan duduk di kursi pesawat dan berisyarat saat ruku’ dan sujud, ketika sujud lebih merenPertanyaan: Apa hukum mengangkat kedua tangan dan berdoa setelah shalat? (262)

Jawaban: tidak disyariatkan seorang mengangkat kedua tangannya dan berdoa setelah mengerjakan shalat, jika ia ingin berdoa maka doa dalam shalat lebih utama, karenanya Rasulullah shallallāhu ‘alaihi wasallam mengajarkan hal itu dalam hadits Ibnu Mas’ud ketika dalam tasyahud “kemudian hendaklah dia memilih doa yang ia kehendaki”.

Adapun yang dikerjakan sebagian orang awam setiap kali selesai shalat sunnah mengangkat tangan sampai-sampai sebagian mereka bisa jadi engkau anggap mereka belum berdoa, karena engkau melihatnya saat iqamat, ia masih tasyahud dalam shalat sunnahnya, setelah salam ia mengangkat kedua tangannya, seolah-olah hanya mengangkat tangan tanpa doa, lalu mengusap wajahnya, semuanya karena dianggap hal itu disyariatkan, padahal tidak. Jika dilakukan terus-menerus sampai seperti itu maka sudah termasuk bid’ah.

Categories
Hukum Seputar Shalat

Hukum Banyak Shalat Jumat, Shalat Ied Dalam Satu Kota

Apa hukum di adakan banyak shalat jum’at dan shalat ied dalam satu kota?

Jawaban: Jika kebutuhan menuntut demikian maka tidak mengapa, sebagaimana juga jika kebutuhan menuntut demikian saat shalat jum’at, karena Allah azza wa jalla berfirman “Allah tidak menjadikan beban atas kalian dalam beragama ini”. Karena jika tidak kita katakan bolehnya membuat jamaah lain, justru menyebabkan sebagian orang malah tidak bisa melakukan shalat jum’at dan shalat ied.

Contoh kebutuhan adalah, shalat ied dalam satu kota yang luas, sedangkan kedatangan manusia dari satu ujung tempat ke ujung tempat lain memberatkan. Adapun jika tidak ada kebutuhan maka dikerjakan di satu tempat saja.