Categories
BAB 6

Zikir Pagi dan Petang – Hadis 22

Hadits 22
Zikir Pagi dan Petang

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَصْبَحَ يَقُولُ: اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا وَبِكَ نَحْيَا وَبِكَ نَمُوتُ وَإِلَيْكَ اَلنُّشُورُ.  وَإِذَا أَمْسَى قَالَ مِثْلَ ذَلِكَ إِلَّا أَنَّهُ قَالَ: (وَإِلَيْكَ اَلْمَصِيرُ)  أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu berkata: Rasulullah bila pagi berdoa: “(artinya = Ya Allah dengan kekuasaan-Mu aku memasuki pagi dengan kekuasaan-Mu aku memasuki petang dengan kekuasaan-Mu aku hidup dengan kekuasaan-Mu aku mati dan kepada-Mu-lah tempat kembali).” Bila petang hari beliau juga membaca doa tersebut namun beliau menambahkan: “(Artinya = Dan kepada-Mu-lah tempat berpulang)”.([1])

Zikir ini merupakan zikir yang diucapkan di pagi dan sore hari. Antara yang diucapkan di pagi dan di sore hari memiliki sedikit perbedaan. Di pagi hari zikir ini diawali dengan lafadz اَللَّهُمَّ بِكَ أَصْبَحْنَا lalu ditutup dengan وَإِلَيْكَ اَلنُّشُورُ Sedangkan di sore hari zikir ini diawali denganاَللَّهُمَّ بِكَ أَمْسَيْنَا lalu ditutup dengan وَإِلَيْكَ اَلْمَصِيرُ.

Para ulama mengatakan bahwa zikir ini di waktu pagi ditutup dengan وَإِلَيْكَ اَلنُّشُورُ karena mirip dengan keadaan kita yang baru saja bangkit dari kematian kecil yaitu tidur.  Sebagaimana pada doa bangun tidur,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

“Segala puji bagi Allah , yang telah membangunkan kami setelah menidurkan kami dan kepada-Nya lah kami dibangkitkan.”([2])

Sedangkan zikir ini di waktu sore ditutup dengan وَإِلَيْكَ اَلْمَصِيرُ karena mirip dengan keadaan kita yang sedang berada di penghujung hari dimana kita akan tidur dan ruh kita akan kembali dipegang oleh Allah ﷻ.

بِكَ أَصْبَحْنَا وَبِكَ أَمْسَيْنَا “dengan Engkaulah kami mendapati pagi hari dan dengan Engkaulah kami mendapati sore hari.”

Ada dua tafsiran tentang kalimat ini.

Pertama, karena Engkaulah waktu pagi itu datang dan karena Engkaulah waktu sore itu datang

Kedua, karena Engkaulah kami bisa hidup hingga menemui pagi dan karena Engkaulah kami bisa hidup hingga menemui sore.

Allah ﷻ berfirman,

قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ اللَّيْلَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِضِيَاءٍ أَفَلَا تَسْمَعُونَ، قُلْ أَرَأَيْتُمْ إِنْ جَعَلَ اللَّهُ عَلَيْكُمُ النَّهَارَ سَرْمَدًا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ مَنْ إِلَهٌ غَيْرُ اللَّهِ يَأْتِيكُمْ بِلَيْلٍ تَسْكُنُونَ فِيهِ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu malam itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan sinar terang kepadamu? Apakah kamu tidak mendengar?” Katakanlah (Muhammad), “Bagaimana pendapatmu, jika Allah menjadikan untukmu siang itu terus-menerus sampai hari Kiamat. Siapakah tuhan selain Allah yang akan mendatangkan malam kepadamu sebagai waktu istirahatmu? Apakah kamu tidak memperhatikan?”([3])

Sesungguhnya Allah ﷻ-lah yang mendatangkan pagi hari demikian pula sore hari. Allah ﷻ berfirman,

فَالِقُ الْإِصْبَاحِ

“Dia menyingsingkan pagi.”([4])

Oleh karena itu, di antara doa setelah bangun tidur,

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

“Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan telah mengembalikan ruhku serta mengizinkanku untuk berzikir kepada-Nya.”([5])

Hendaknya kita bersyukur apabila kita dimudahkan untuk kembali berzikir dan beribadah setelah Allah ﷻ memberikan kita kembali kesempatan untuk menjalani hidup. Betapa banyak orang di luar sana yang pagi harinya masih dihabiskan dengan tidur, atau tenggelam dalam dunia dan hal-hal yang jauh dari ibadah kepada Allah ﷻ.

Footnote:

_____________

([1]) HR. Abu Daud no. 5968, Tirmidzi no. 3391, Ibnu Majah no. 3868, dan Nasai no. 103999. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-kalim Ath-Thayyib no. 20.

([2]) HR. Bukhari no. 6325

([3]) QS. Al-Qashash: 71-72.

([4]) QS. Al-An’am: 96.

([5]) HR. Tirmidzi no. 3401. Hasan menurut Syaikh Al-Albani.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *