Categories
BAB 6

Amalan Ringan Tapi Berat Timbangan Pahalanya – Hadis 28

Hadits 28
Amalan Ringan Tapi Berat Timbangan Pahalanya

وَأَخْرَجَ اَلشَّيْخَانِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَلِمَتَانِ حَبِيبَتَانِ إِلَى اَلرَّحْمَنِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اَللِّسَانِ ثَقِيلَتَانِ فِي اَلْمِيزَانِ سُبْحَانَ اَللَّهِ وَبِحَمْدِهِ سُبْحَانَ اَللَّهِ اَلْعَظِيمِ

“Bukhari-Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu ‘anhu bahwa Rasulullah bersabda: “Dua kalimat yang disenangi Maha Pengasih ringan untuk diucapkan dan berat dalam timbangan ialah (artinya = Mahasuci Allah dan aku memuji-Nya dan Mahasuci Allah yang Maha agung).”([1])

Hadits ini menjadi dalil adanya amalan-amalan yang ringan tetapi pahalanya besar, di antaranya doa ini. Doa ini adalah doa yang dicintai oleh Allah ﷻ. sebagaimana Allah ﷻ mencintai orang-orang saleh, Allah ﷻ juga mencintai amalan-amalan saleh. Nabi bersabda,

وَأَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah membuat muslim yang lain bahagia.”([2])

أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ

“Amalan yang paling dicintai oleh Allah Ta’ala adalah amalan yang kontinu walaupun itu sedikit.”([3])

Hadits-hadits ini menunjukkan sebagian amalan saleh yang tadinya abstrak kemudian diubah menjadi sesuatu yang nyata agar bisa ditimbang. Dan di antara dalil lain adalah sabda Nabi ﷺ,

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ اقْرَءُوا الزَّهْرَاوَيْنِ الْبَقَرَةَ وَسُورَةَ آلِ عِمْرَانَ فَإِنَّهُمَا تَأْتِيَانِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ كَأَنَّهُمَا غَمَامَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا غَيَايَتَانِ أَوْ كَأَنَّهُمَا فِرْقَانِ مِنْ طَيْرٍ صَوَافَّ تُحَاجَّانِ عَنْ أَصْحَابِهِمَا اقْرَءُوا سُورَةَ الْبَقَرَةِ فَإِنَّ أَخْذَهَا بَرَكَةٌ وَتَرْكَهَا حَسْرَةٌ وَلاَ تَسْتَطِيعُهَا الْبَطَلَةُ

“Bacalah Al-Quran karena Al-Quran akan datang pada hari kiamat nanti sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya. Bacalah Az Zahrowain (dua surat cahaya) yaitu surat Al Baqarah dan Ali Imran karena keduanya datang pada hari kiamat nanti seperti dua awan atau seperti dua cahaya sinar matahari atau seperti dua ekor burung yang membentangkan sayapnya (bersambung satu dengan yang lainnya), keduanya akan menjadi pembela bagi yang rajin membaca dua surat tersebut. Bacalah pula surat Al Baqarah. Mengambil surat tersebut adalah suatu keberkahan dan meninggalkannya akan mendapat penyesalan. Para tukang sihir tidak mungkin melawannya.”([4])

Disebutkan dalam hadits Al-Bara’ bin ‘Azib yang panjang tentang alam kubur. Ketika itu datang seseorang yang berwajah tampan dan berpakaian bagus, baunya pun wangi. Ia adalah wujud dari amalan saleh seorang hamba. Sedangkan orang kafir didatangi oleh orang yang berwajah jelek. Itu adalah wujud dari amalan jeleknya.([5])

Allah ﷻ Maha Mampu mengubah sesuatu yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret, itu terserah Allah ﷻ. Allah ﷻ Maha mampu atas segala sesuatu.

Hadits ini adalah hadits terakhir dan menjadi penutup di Kitabul Jami’. Seperti halnya yang dilakukan oleh Imam Bukhari dimana beliau menutup Kitab Shahihnya juga dengan hadits ini. Wallahu ta’ala a’lam.

Footnote:

_________

([1]) HR. Bukhari no. 7563 dan Muslim no. 2694.

([2]) HR. Thabrani di dalam Al-Mu’jam Al-Awshat no. 6026. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ no.176.

([3]) HR. Muslim no. 783.

([4]) HR. Muslim no. 1910.

([5]) Lihat hadits riwayat Ahamad no. 18534.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *