Categories
BAB 6

Doa Adalah Ibadah – Hadis 11

Hadits 11
Doa Adalah Ibadah

وَعَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا- عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: إِنَّ اَلدُّعَاءَ هُوَ اَلْعِبَادَةُ. رَوَاهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ

Dari Nu’man Ibnu Basyir Radhiallaahu ‘anhu bahwa Nabi bersabda: “Sesungguhnya doa adalah ibadah.” Riwayat Imam Empat. Hadits shahih menurut Tirmidzi. ([1])

وَلَهُ مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ بِلَفْظِ: اَلدُّعَاءُ مُخُّ اَلْعِبَادَةِ

Menurut riwayatnya dalam hadits marfu’ dari Anas: “Doa adalah inti ibadah.” ([2])

Hadits pertama dari sahabat An-Nu’man bin Basyir di atas menunjukkan akan agungnya kedudukan doa. Seakan-akan Nabi mengatakan bahwa doa adalah ibadah itu sendiri atau seakan-akan semua ibadah kembali ke doa. Ini mirip dengan sabda Nabi,

اَلْحَجُّ عَرَفَةُ

“Haji adalah wukuf di ‘Arafah.” ([3])

Hadits di atas menunjukkan bahwa inti dari haji adalah wukuf di arafah. Dan mengesankan seakan-akan selain wukuf di ‘Arafah bukan haji. Sama seperti tadi, bahwa inti dari ibadah adalah doa. Sebagaimana lafal yang diriwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik,

اَلدُّعَاءُ مُخُّ اَلْعِبَادَةِ

“Doa adalah inti ibadah.”

Walaupun hadits ini secara sanad dhaif tetapi secara makna benar.

Setelah mengetahui bahwa doa itu adalah ibadah maka hendaknya seorang hamba memperbanyak doa kepada Allah. Karena apabila doanya dikabulkan maka itulah yang diharapkan, namun jika tidak dikabulkan maka dia tetap mendapat pahala karena telah beribadah kepada Allah.

Di samping itu, respon Allah terhadap doa hamba-Nya terbagi menjadi tiga, dan ketiganya merupakan kebaikan bagi hamba.

  1. Dikabulkan saat itu juga
  2. Dipalingkan dari keburukan
  3. Allah tunda di hari kiamat kelak. ([4])

Allah juga berfirman,

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

Dan Tuhanmu berfirman, “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” ([5])

Oleh karena itu, orang yang paling sering berdoa adalah Nabi Muhammad ﷺ. Sejak bangun tidur sampai tidur lagi, semua aktivitas beliau diawali dengan doa. Karena beliau benar-benar menggantungkan dirinya dan memasrahkan seluruh perkaranya kepada Allah.

Dari sini dianjurkan agar seseorang sering-sering berdoa. Dalam shalatnya dia memperbanyak doanya, dia memperlama sujudnya agar bisa berdoa lebih banyak.

Footnote:

__________

([1]) HR. Ibnu Majah No. 3828, Abu Dawud No. 1479, Tirmidzi No. 3247 dan An-Nasai 11400

([2]) HR. Tirmidzi No. 3371

([3]) HR. Ibnu Majah No. 3015 disahihkan oleh Al-Albani

([4]) HR. Bukhori dalam kitabnya Al-Adab Al-Mufrod No. 710 dan disahihkan oleh Al-Albani. Lihat kita Shohih Al-Adab Al-Mufrod 1/264.

([5]) QS. Ghafir: 60.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *