Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-42

42. أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَفَرَةُ ٱلْفَجَرَةُ

ulā`ika humul-kafaratul-fajarah
42. Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.

Tafsir :

Allah Subhanallahu Wata’ala menggabungkan kata kufur dengan fujur. الْكَفَرَةُ adalah orang-orang kafir yang melakukan kekufuran dalam hal keyakinan. Mereka mempunyai keyakinan yang salah tentang Allah Subhanallahu Wata’ala, tidak beriman akan hari kiamat, berkeyakinan syirik kepada Allah Subhanallahu Wata’ala, meyakini Allah Subhanallahu Wata’ala satu dari yang tiga, meyakini ada sesembahan selain Allah Subhanallahu Wata’ala. Adapun الْفَجَرَةُ adalah kemaksiatan yang berkaitan dengan anggota tubuh misalnya mendzhalimi orang lain, berzina, menipu orang lain, dan lain-lain, semua ini berkaitan dengan kefajiran. Dan ini terkumpulkan pada diri orang-orang kafir tersebut.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-41

41. تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ

tarhaquhā qatarah
41. dan ditutup lagi oleh kegelapan.

Tafsir :

Wajah mereka selain berdebu juga gelap hitam mengerikan. Ini semua menunjukkan penghinaan Allah Subhanallahu Wa ta’ala atas mereka.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-40

40. وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ

wa wujụhuy yauma`iżin ‘alaihā gabarah
40. dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu.

Tafsir :

Yaitu wajah-wajahnya orang kafir. Ada yang mengatakan bahwa debu-debu tersebut berasal dari hewan-hewan yang telah disebutkan dalam tafsir surat ‘amma yatasaaluun. Sesungguhnya hewan yang telah di qishas oleh Allah Subhanallahu Wata’ala akan berubah menjadi tanah, tanah-tanah itu kemudian terhamparkan ke wajah orang-orang kafir (lihat Tafsiir Al-Qurthubi 19/226). Ada yang mengatakan bahwa di padang mahsyar kelak orang-orang kafir tatkala matahari turun dengan jarak 1 mil, keringat mereka sangat bercucuran. Dan keringat yang bercucuran ini bergantung pada keimanan, jika imannya tinggi maka semakin rendah cucuran keringat tersebut akan tetapi semakin banyak maksiat maka keringatnya bercucuran ke atas bahkan sampai menutup wajahnya. Terutama orang kafir keringat mereka menutupi wajah mereka.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-39

39. ضَاحِكَةٌ مُّسْتَبْشِرَةٌ

ḍāḥikatum mustabsyirah
39. tertawa dan bergembira ria

Tafsir :

Mereka adalah para penghuni surga. Mereka lah orang-orang yang beriman. Mereka akan meraih janji-janji yang mereka baca dalam Al Quran dan hadist-hadist Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam tentang surga dan kenikmatannya.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-38

38. وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ مُّسْفِرَةٌ

wujụhuy yauma`iżim musfirah
38. Banyak muka pada hari itu berseri-seri.

Tafsir :

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-37

37. لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yugnīh
37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Tafsir :

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap orang akan mengingat seluruh kemaksiatan yang pernah dia lakukan selama di dunia. Dia tahu bahwa dia akan disidang oleh Allah Subhanallahu Wata’ala, sehingga bagaimana dia tidak akan takut tatkala hari itu tiba. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihiwassallam menggambarkan tentang bagaimana manusia dibangkitkan pada hari kiamat. Rasulullah shalallahu ‘alaihiwassallam bersabda:

إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا ثُمَّ قَرَأَ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

“Sungguh kalian akan dibangkitkan dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan belum dikhitan,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.” [QS Al-Anbiya : 104]. (HR Bukhari no. 3349, 6526)

Tatkala seseorang lahir dari perut ibunya, dia dalam keadaan telanjang, tidak memakai alas kaki, belum disunat, tidak membawa apa-apa. Demikian pula ketika manusia dibangkitkan kelak, meskipun dia sudah dewasa tetapi kondisinya telanjang, tidak memakai alas kaki, belum disunat, dan tidak akan membawa sepeser hartapun dari seluruh harta yang dia kumpulkan selama di dunia. Oleh karena itu, ketika mendengar hadist ini, ‘Aisyah radianllahu ‘anha bertanya:

Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihiwassallam apakah para lelaki dan para wanita dibangkitkan bersama-sama dalam keadan telanjang dalam keadaan belum disunat? Bukankah sebagian dari mereka akan melihat aurat yang lain?, kata Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam  : perkaranya sangat dahsyat, sampai-sampai seorang tidak berfikir aurat orang lain”.

Memang demikianlah kenyataannya, apabila telah terjadi seseuatu yang mengerikan maka kita akan lupa kondisi kita. Apalagi pada hari kiamat kelak yang sangat dahsyat, yang masing-masing sibuk dengan urusannya.

Kemudian pembahasan selanjutnya Allah Subhanallahu Wata’ala menyebutkan kondisi-kondisi manusia setelah hari kebangkitan. Ada manusia-manusia yang bahagia dan ada manusia-manusia yang celaka. Ketahuilah bahwasanya di akhirat kelak tidak akan ada golongan, tidak pula jabatan, melainkan hanya ada dua golongan saja yaitu penghuni surga atau penghuni neraka. Kelompok pertama adalah kelompok yang bahagia.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-36

36. وَصَٰحِبَتِهِۦ وَبَنِيهِ

wa ṣāḥibatihī wa banīh
36. dari istri dan anak-anaknya.

Tafsir :

Ibunya, ayahnya, bahkan istri dan anak-anaknya yang selama ini dia bekerja keras memeras keringat dan membanting tulang untuk menyenangkan buah hatinya tersebut juga akan ditinggalkan pada hari tersebut. Karena setiap orang sibuk dengan urusannya masing-masing.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-35

35. وَأُمِّهِۦ وَأَبِيهِ

wa ummihī wa abīh
35. dari ibu dan bapaknya.

Tafsir :

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-34

34. يَوْمَ يَفِرُّ ٱلْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ

yauma yafirrul-mar`u min akhīh
34. pada hari ketika manusia lari dari saudaranya.

Tafsir :

Dalam ayat ini Allah Subhanallahu Wata’ala menggambarkan bagaimana kedahsyatan hari kiamat sampai-sampai seseorang akan lari dari orang yang paling dia cintai karena saking tidak pedulinya.

Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-33

33. فَإِذَا جَآءَتِ ٱلصَّآخَّةُ

fa iżā jā`atiṣ-ṣākhkhah
33. Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua).

Tafsir :

الصَّاخَّةُ artinya suara yang sangat keras dan memekikkan telinga, sehingga tatkala ditiupkan suara tersebut semua orang akan meninggal. Allah Subhanallahu Wata’ala berfirman:

وَنُفِخَ فِي الصُّورِ فَصَعِقَ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَمَن فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَن شَاءَ اللَّهُ ۖ

“Dan sangkakala pun ditiup, maka matilah semua (makhluk) yang di langit dan di bumi, kecuali mereka yang dikehendaki Allah.” (QS Az-Zumar : 68)

Suara yang sangat keras bisa membuat seseorang tuli bahkan bisa membuat orang sampai meninggal dunia. Karenanya kaum Nabi Shaleh disiksa oleh Allah Subhanallahu Wata’ala dengan suara yang menggelegar seperti guntur hingga membuat mereka tewas. Suara tersebut tidak pernah kita dengar, zaman sekarang tidak ada orang yang meninggal karena guntur. Tetapi tatkala volume suaranya dibesarkan oleh Allah Subhanallahu Wata’ala maka semua bisa mati, sebagaimana kaum Nabi Shaleh yaitu kaum Shamud.