Categories
80. ‘Abasa

Tafsir Surat ‘Abasa Ayat-37

37. لِكُلِّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ يَوْمَئِذٍ شَأْنٌ يُغْنِيهِ

likullimri`im min-hum yauma`iżin sya`nuy yugnīh
37. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.

Tafsir :

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa setiap orang akan mengingat seluruh kemaksiatan yang pernah dia lakukan selama di dunia. Dia tahu bahwa dia akan disidang oleh Allah Subhanallahu Wata’ala, sehingga bagaimana dia tidak akan takut tatkala hari itu tiba. Oleh karena itu, Rasulullah shalallahu ‘alaihiwassallam menggambarkan tentang bagaimana manusia dibangkitkan pada hari kiamat. Rasulullah shalallahu ‘alaihiwassallam bersabda:

إِنَّكُمْ مَحْشُورُونَ حُفَاةً عُرَاةً غُرْلًا ثُمَّ قَرَأَ كَمَا بَدَأْنَا أَوَّلَ خَلْقٍ نُعِيدُهُ ۚ وَعْدًا عَلَيْنَا ۚ إِنَّا كُنَّا فَاعِلِينَ

“Sungguh kalian akan dibangkitkan dalam keadaan tidak memakai alas kaki, telanjang dan belum dikhitan,” kemudian beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah, “Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kami-lah yang akan melaksanakannya.” [QS Al-Anbiya : 104]. (HR Bukhari no. 3349, 6526)

Tatkala seseorang lahir dari perut ibunya, dia dalam keadaan telanjang, tidak memakai alas kaki, belum disunat, tidak membawa apa-apa. Demikian pula ketika manusia dibangkitkan kelak, meskipun dia sudah dewasa tetapi kondisinya telanjang, tidak memakai alas kaki, belum disunat, dan tidak akan membawa sepeser hartapun dari seluruh harta yang dia kumpulkan selama di dunia. Oleh karena itu, ketika mendengar hadist ini, ‘Aisyah radianllahu ‘anha bertanya:

Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihiwassallam apakah para lelaki dan para wanita dibangkitkan bersama-sama dalam keadan telanjang dalam keadaan belum disunat? Bukankah sebagian dari mereka akan melihat aurat yang lain?, kata Nabi shalallahu ‘alaihiwassallam  : perkaranya sangat dahsyat, sampai-sampai seorang tidak berfikir aurat orang lain”.

Memang demikianlah kenyataannya, apabila telah terjadi seseuatu yang mengerikan maka kita akan lupa kondisi kita. Apalagi pada hari kiamat kelak yang sangat dahsyat, yang masing-masing sibuk dengan urusannya.

Kemudian pembahasan selanjutnya Allah Subhanallahu Wata’ala menyebutkan kondisi-kondisi manusia setelah hari kebangkitan. Ada manusia-manusia yang bahagia dan ada manusia-manusia yang celaka. Ketahuilah bahwasanya di akhirat kelak tidak akan ada golongan, tidak pula jabatan, melainkan hanya ada dua golongan saja yaitu penghuni surga atau penghuni neraka. Kelompok pertama adalah kelompok yang bahagia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *