Categories
Syarah Asmaul Husna

Al-Malik – Sang Maha Raja

Asmaul Husna
Al-Malik اَلْمَلِكُ
– Maha Raja

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc, MA.

Allah ﷻ berfirman,

لِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا فِيهِنَّ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maidah: 120)

Allah ﷻ berfirman,

تَبَارَكَ الَّذِي بِيَدِهِ المُلْكُ

“Maha Suci Allah Yang di tangan-Nya-lah segala kerajaan…” (QS. Al-Mulk: 1)

Allah ﷻ berfirman,

قُلِ اللَّهُمَّ مَالِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِي الْمُلْكَ مَنْ تَشَاءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَاءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَاءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَاءُ بِيَدِكَ الْخَيْرُ إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ

“Katakanlah: “Wahai Tuhan Yang mempunyai kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran: 26)

Allah ﷻ berikan kerajaan kepada orang yang Allah ﷻ kehendaki dan Allah ﷻ akan cabut kerajaan dari orang yang Allah ﷻ kehendaki dengan hikmah yang Allah ﷻ kehendaki. Karena Allah ﷻ adalah اَلْمَلِكُ maha raja sehingga semua yang ada di alam semesta ini Allah ﷻ atur sesuai dengan kehendak-Nya. Semua yang terjadi di alam semesta ini adalah kehendak Allah ﷻ. Semua yang Dia perintahkan pasti akan berjalan di alam semesta ini. Berbeda dengan sebagian raja-raja manusia, ketika dia memerintahkan sesuatu terkadang ada yang berkhianat, membangkang, atau di olok-olok oleh rakyatnya. Hanya Allah ﷻ yang semua keputusan-Nya pasti berjalan, karena Allah ﷻ adalah yang maha raja.

Raja-raja dunia di akhirat kelak akan menghilang, Allah ﷻ berfirman dalam sebuah hadits qudsi,

أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ مُلُوكُ الْأَرْضِ؟

“Aku adalah raja, di mana raja-raja dunia?” ([1])

Tidak ada raja-raja dunia yang angkuh dengan kerajaan, jabatan, dan hartanya yang berani menampakkan dirinya pada hari kiamat.


Faedah:

  1. Ketika kita tahu bahwasanya Allah ﷻ adalah Sang Pemilik maka kita sadar bahwasanya semua harta yang kita miliki berasal dari Allah ﷻ. Semua harta kita adalah titipan, karena kita bukanlah pemilik sesungguhnya di mana ketika kita tertimpa musibah kita akan mengatakan إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ. Jangankan harta kita, diri kita juga adalah milik Allah ﷻ. Ketika kita tahu bahwa harta ini adalah titipan dari Allah ﷻ maka jangan sampai kita gunakan harta ini seenak kita. Hal ini dikarenakan kepemilikan kita sifatnya nisbi tidak absolut. Sehingga hendaknya kita gunakan titipan tersebut sebaik-baiknya sesuai aturan. Karena amanah ini akan ditanya oleh Allah ﷻ pada hari kiamat kelak. Tidak sedikit pun harta yang kita keluarkan kecuali akan ditanya oleh Allah ﷻ ke mana harta tersebut dihabiskan.
  2. Ketika kita tahu bahwasanya Allah ﷻ adalah maha raja maka kita jangan sombong. Terkadang seseorang ketika memiliki jabatan sedikit sudah sombong, angkuh, dan merendahkan yang lainnya. Bahkan sebagian orang menamakan dirinya dengan “Raja Diraja”. Ini tidaklah benar, bagaimana bisa dia menamakan dirinya raja diraja sedangkan dia akan meninggal, sebagian raja ada yang dibunuh oleh anak buahnya, dikhianati oleh rakyatnya, atau bahkan istrinya. Yang maha raja adalah Allah ﷻ, maka janganlah sombong. Jika orang yang menjadi raja dilarang untuk sombong maka terlebih lagi orang yang hanya menjadi pengawal raja.
  3. Ketika kita tahu bahwasanya Allah ﷻ adalah Sang Raja maka kita tahu bahwa semua yang terjadi di alam semesta adalah karena titah dari Allah ﷻ Sang Raja dan tidak akan keluar dari titahnya. Maka hendaknya kita tunduk kepada Sang Raja agar kita mendapatkan titah yang terbaik untuk kita.


Footnote:

________

([1]) HR. Bukhari No. 4812.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *