Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-44

44. خَٰشِعَةً أَبْصَٰرُهُمْ تَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْيَوْمُ ٱلَّذِى كَانُوا۟ يُوعَدُونَ

khāsyi’atan abṣāruhum tar-haquhum żillah, żālikal-yaumullażī kānụ yụ’adụn
44. dalam keadaan mereka menekurkan pandangannya (serta) diliputi kehinaan. Itulah hari yang dahulunya diancamkan kepada mereka.

Tafsir :

Ketika di dunia mereka bersombong, maka balasan bagi mereka di akhirat kelak adalah kehinaan. Kehinaan telah tampak dari wajah-wajah mereka yang tertunduk tak berdaya. Bahkan di antaranya wajah mereka tatkala itu menghitam. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ ۚ فَأَمَّا الَّذِينَ اسْوَدَّتْ وُجُوهُهُمْ أَكَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ فَذُوقُوا الْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

Pada hari itu ada wajah yang putih berseri, dan ada pula wajah yang hitam muram. Adapun orang-orang yang berwajah hitam muram (kepada mereka dikatakan), ‘Mengapa kamu kafir setelah beriman? Karena itu rasakanlah azab disebabkan kekafiranmu itu’.” (QS. Ali ‘Imran : 106)

Di antaranya pula wajah mereka pada hari kiamat kelak penuh dengan debu. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ

Dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu.” (QS. ‘Abasa : 40)

Tatkala di padang mahsyar, keringat mereka bercucuran hingga di wajah-wajah mereka, akhirnya debu-debu menempel di wajah mereka. Dan itulah bentuk penghinaan mereka dari Allah Subhanahu wa ta’ala.

Adapun firman Allah,

ذَٰلِكَ الْيَوْمُ الَّذِي كَانُوا يُوعَدُونَ

Itulah hari yang diancamkan kepada mereka.”

Dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa ta’ala menggunakan kata كَانُوا yang menunjukkan fi’il madhi. Dan demikianlah terkadang Allah Subhanahu wa ta’ala menggambarkan masa depan dengan mengungkapkannya menggunakan fi’il madhi untuk menunjukkan bahwa hal tersebut pasti akan terjadi. ([1])

Dan ayat penutup ini adalah kesimpulan/penyebutan secara global dari kandungan surah ini di awal ayat: yaitu “Mereka bertanya tentang adzab yang pasti akan menimpa mereka” ([2]).

_____________________

Footnote :

([1])  Tafsir Al-Qurthubi: 18/ 297.

([2])  LIhat At-Tahrir Wa At-Tanwir, 29/184.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-43

43. يَوْمَ يَخْرُجُونَ مِنَ ٱلْأَجْدَاثِ سِرَاعًا كَأَنَّهُمْ إِلَىٰ نُصُبٍ يُوفِضُونَ

yauma yakhrujụna minal-ajdāṡi sirā’ang ka`annahum ilā nuṣubiy yụfiḍụn
43. (yaitu) pada hari mereka keluar dari kubur dengan cepat seakan-akan mereka pergi dengan segera kepada berhala-berhala (sewaktu di dunia).

Tafsir :

Yaitu mereka keluar dari kuburnya dengan cepat seperti cepatnya mereka dahulu di dunia ketika mendatangi berhala-berhalanya untuk mengagungkannya. Mereka dahulu berlomba-lomba siapa yang paling cepat bisa mengusap dan memberi sesajen bagi berhala tersebut. ([1])

Dalam ayat yang lain, Allah Subhanahu wa ta’ala menggambarkan bahwa tatkala mereka keluar dari kubur, mereka seperti belalang yang bertebaran. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,

خُشَّعًا أَبْصَارُهُمْ يَخْرُجُونَ مِنَ الْأَجْدَاثِ كَأَنَّهُمْ جَرَادٌ مُّنتَشِرٌ

Sambil menundukkan pandangan-pandangan mereka keluar dari kuburan seakan-akan mereka belalang yang beterbangan.” (QS. Al-Qamar : 7)

Inilah balasan yang sesuai dengan perbuatan mereka di dunia. Sebagaimana dahulu mereka di dunia semangat untuk menuju berhala-berhala mereka, maka pada hari kiamat pun mereka akan bersegera menuju azab mereka.

_________________________

Footnote :

([1])  Ibid: 8/ 230 dari penafsiran Mujahid, Yahya bin Abi Katsir, Qatadah dan lainnya.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-42

42. فَذَرْهُمْ يَخُوضُوا۟ وَيَلْعَبُوا۟ حَتَّىٰ يُلَٰقُوا۟ يَوْمَهُمُ ٱلَّذِى يُوعَدُونَ

fa żar-hum yakhụḍụ wa yal’abụ ḥattā yulāqụ yaumahumullażī yụ’adụn
42. Maka biarkanlah mereka tenggelam (dalam kebatilan) dan bermain-main sampai mereka menjumpai hari yang diancamkan kepada mereka.

Tafsir :

Yaitu Allah Subhanahu wa ta’ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam agar membiarkan orang-orang kafir tenggelam dalam berbincang-bincang mengejek beliau dan mengejek Alquran, serta bermain-main dengan agam Islam, hingga akhirnya mereka bertemu dengan hari yang dijanjikan yaitu hari kiamat. ([1])

_____________________

Footnote :

([1]) Dan ayat ini tidak dihapus dengan ayat-ayat perang, sebagimana yang dianggap oleh sebagian kalanagn. Akan tetapi ayat ini adalah untuk penghinaan dan rendahnya mereka, tidak perlu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk terlalu menyibukkan diri dengan sikap-sikap orang kafir.  (lihat At-Tahrir Wa At-Ttanwir, 29/182).

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-41

41. عَلَىٰٓ أَن نُّبَدِّلَ خَيْرًا مِّنْهُمْ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

‘alā an nubaddila khairam min-hum wa mā naḥnu bimasbụqīn
41. Untuk mengganti (mereka) dengan kaum yang lebih baik dari mereka, dan Kami sekali-kali tidak dapat dikalahkan.

Tafsir :

Ayat ini masih menjadi lanjutan dari Ayat ke-40, Terdapat dua tafsiran ulama secara umum tentang ayat ini. Pendapat pertama, maksudnya adalah Allah Subhanahu wa ta’ala mengatakan bahwa diri-Nya adalah penguasa timur dan barat, Dia yang menguasai segala benda-benda di langit, sehingga jika Allah ingin membinasakan orang-orang kafir Quraisy saat itu juga, maka Allah mampu menggantikan mereka setelah itu dengan kaum yang lebih baik dari mereka yang salih dan taat kepada Allah. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari. ([1])

Pendapat kedua, maksudnya adalah karena Allah yang menciptakan seisi langit dan bumi yang sebesar itu, maka untuk membangkitkan mereka itu jauh lebih mudah, dan mudah bagi Allah untuk membangkitkan mereka dengan jasad yang lebih baik dari jasad yang mereka miliki saat ini. Karena kelak mereka akan dibangkitkan dengan fisik yang lebih kuat, yaitu kuat untuk berdiri menghadapi panasnya padang mahsyar selama 50.000 tahun, kuat tatkala mendapatkan siksa neraka tak mati-mati. Pendapat ini dipilih oleh Imam Ibnu Katsir. ([2])

______________________

Footnote :

([1])  Tafsir Ath-Thabari: 23/ 622.

([2])  Lihat Tafsir Ibnu Katsir: 8/ 229.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-40

40. فَلَآ أُقْسِمُ بِرَبِّ ٱلْمَشَٰرِقِ وَٱلْمَغَٰرِبِ إِنَّا لَقَٰدِرُونَ

fa lā uqsimu birabbil-masyāriqi wal-magāribi innā laqādirụn
40. Maka aku bersumpah dengan Tuhan Yang memiliki timur dan barat, sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.

Tafsir :

Ayat ini memulai paragraf yang baru. Dan dalam ayat ini, Allah Subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan diri-Nya sendiri. Dan yang seperti ini banyak di dalam Al-Quran, di antaranya adalah firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sebelum mereka menjadikan engkau (Muhammad) sebagai hakim dalam perkara yang mereka perselisihkan, (sehingga) kemudian tidak ada rasa keberatan dalam hati mereka terhadap putusan yang engkau berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya.” (QS. An-Nisa’ : 65)

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-39

39. كَلَّآ ۖ إِنَّا خَلَقْنَٰهُم مِّمَّا يَعْلَمُونَ

kallā, innā khalaqnāhum mimmā ya’lamụn
39. sekali-kali tidak! Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui (air mani).

Tafsir :

Adapun firman Allah Subhanahu wa ta’ala,

إِنَّا خَلَقْنَاهُم مِّمَّا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya Kami ciptakan mereka dari apa yang mereka ketahui.

Artinya adalah mereka telah mengetahui bahwasanya mereka itu diciptakan dari air mani yang hina. Sehingga seakan-akan Allah mengatakan, “Mengapa kalian sombong dan berpaling, sementara kalian tahu bahwa asal kalian dari air yang hina”.

Al-Qurthubi dalam tafsirnya membawakan sebuah riwayat dari seorang tabi’in bernama Mutharrif bin Abdillah bin Syikhkhir, bahwasanya dia melihat seorang bernama Muhallab bin Abi Sufrah berjalan dengan jubah dari kain sutra yang indah dan rida’ (selendang atasan) yang halus, lalu Mutharrif menegurnya dan berkata,

يَا عَبْدَ اللَّهِ، مَا هَذِهِ الْمِشْيَةْ الَّتِي يُبْغِضَهَا الله؟ فقال له: أَتَعْرِفُنِي؟ قال: نَعَم، أَوَّلُكَ نُطْفَةٌ مَذِرَةٌ وَآخِرُكَ جِيفَةُ قَذِرَةٌ، وَأَنْتَ فِيمَا بَيْنَ ذَلِكَ تَحْمِلُ الْعَذِرَةَ. فَمَضَى الْمُهَلَّبُ وَتَرَكَ مِشْيَتَهُ

Wahai Abdullah, mengapa engkau berjalan dengan jalan yang dibenci oleh Allah?” Muhallab berkata, ‘Apakah engkau mengenalku?’. Mutharrif berkata, ‘Tentu, engkau adalah yang berasal dari air mani yang hina, setelah meninggal menjadi bangkai yang busuk, dan sekarang engkau berada di antaranya membawa kotoran di dalam perutmu’. Akhirnya Al-Muhallab sadar dan tidak berjalan dengan jalan yang sombong lagi.”(([1]))

Dan Mahmud Al-Warraq berkata dalam syairnya terkait masalah ini,

عَجِبْتُ مِنْ مُعْجَبٍ بِصُورَتِهِ … وَكَانَ فِي الْأَصْلِ نُطْفَةً مَذِرَهْ

Aku heran dengan orang yang kagum dengan dirinya, padahal dia berasal dari air mani yang hina

وَهُوَ غَدًا بَعْدَ حُسْنِ صُورَتِهِ … يَصِيرُ فِي اللَّحْدِ جِيفَةً قَذِرَهْ

Dan besok setelah perangainya yang baik itu, pada akhirnya dia akan masuk ke liang lahad menjadi bangkai yang busuk

وَهُوَ عَلَى تِيهِهِ وَنَخْوَتِهِ … مَا بَيْنَ ثَوْبَيْهِ يَحْمِلُ الْعَذِرَهْ

Sekarang dia tersesat sementara di dalam jubahnya dia membawa kotoran yang bau. ([2])

Dan Allah azza wa jalla menyebutkan asal penciptaan mereka: untuk merendahkan kedudukan mereka, serta untuk menampakkan keagungan dan kekuasaan Allah azza wa jalla, sebagai permulaan (muqoddimah) untuk menekankan kandungan ayat-ayat setelahnya, dimana Allah pada ayat-ayat selanjutnya menjelaskan bahwa Allah azza wa jalla mampu untuk membinasakan mereka karena kekufuran dan penghinaan mereka terhadap Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan Allah azza wa jalla mampu untuk menggantikan mereka dengan kaum yang lebih baik dari mereka. Dan menampakkan keperkasaan dan kekuatan Allah azza wa jalla dengan menyebutkan awal penciptaan mereka adalah bukti yang sangat nyata akan hal itu. ([3])

_____________________

Footnote :

([1])  Tafsir Al-Qurthubi 18/294-295.

([2])  Tafsir Al-Qurthubi: 18/ 295.

([3])  Ruh Al Ma’ani, Al Alusi, 15/73.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-38

38. أَيَطْمَعُ كُلُّ ٱمْرِئٍ مِّنْهُمْ أَن يُدْخَلَ جَنَّةَ نَعِيمٍ

a yaṭma’u kullumri`im min-hum ay yudkhala jannata na’īm
38. Adakah setiap orang dari orang-orang kafir itu ingin masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan?

Tafsir :

Sebagian Ahli Tafsir seperti Imam Al-Qurthubi, ketika menafsirkan ayat ini mereka membawakan atsar tentang kelakuan sebagian kaum musyrikin saat mereka berkumpul di sekitar Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, lalu kemudian mereka mengejek beliau. Mereka dengan sombongnya berkata,

لَئِنْ دَخَلَ هَؤُلَاءِ الْجَنَّة لَنَدْخُلَنَّهَا قَبْلَهُمْ

Seandainya mereka masuk surga, niscaya kita akan masuk terlebih dahulu sebelum mereka.”([1])

Akan tetapi zahir ayat ini menggambarkan bahwa seakan-akan Allah Subhanahu wa ta’ala mengatakan, “Mereka kafir dan berpaling, apakah mereka masih menyangka akan masuk surga?”. Seakan-akan ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan tentang surga, masing-masing dari mereka terbetik dalam hatinya bahwa mereka juga ingin masuk surga. Maka Allah Subhanahu wa ta’ala membantah bisikan hati mereka tersebut dalam ayat ini. Artinya tidak mungkin mereka akan masuk surga sementara mereka masih menghina Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan berpaling dari ayat-ayat Allah.

______________________

Footnote :

([1])  Tafsir Al-Qurthubi 18/294.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-37

37. عَنِ ٱلْيَمِينِ وَعَنِ ٱلشِّمَالِ عِزِينَ

‘anil-yamīni wa ‘anisy-syimāli ‘izīn
37. dari kanan dan dari kiri dengan berkelompok-kelompok.

Tafsir :

Artinya mereka sudah menuju Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam lalu kemudian mereka berpencar. Ibnu Katsir rahimahullah menyebutkan bahwa artinya adalah mereka telah melihat agungnya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, telah melihat mukjizatnya, mereka telah melihat akhlaknya, mereka telah mendengar ayat-ayat Allah, akan tetapi mereka berpaling([1]). Dan ini sangat mirip dengan kabar dari Allah Subhanahu wa ta’ala dalam firman-Nya,

فَمَا لَهُمْ عَنِ التَّذْكِرَةِ مُعْرِضِينَ، كَأَنَّهُمْ حُمُرٌ مُسْتَنْفِرَةٌ، فَرَّتْ مِنْ قَسْوَرَةٍ

Lalu mengapa mereka (orang-orang kafir) berpaling dari peringatan (Allah)? seakan-akan mereka keledai liar yang lari terkejut, lari dari singa.” (QS. Al-Muddatstsir : 49-51)

Demikianlah mereka orang-orang kafir, tatkala mereka mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca firman-firman Allah, mereka tiba-tiba gelisah dan takut seperti keledai yang lari karena takut dikejar oleh singa. Padahal orang-orang kafir tersebut telah tahu akan kebenaran yang dibawa oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

_____________________

Footnote :

([1])  Ibid: 8/ 228.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-36

36. فَمَالِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ قِبَلَكَ مُهْطِعِينَ

fa mālillażīna kafarụ qibalaka muhṭi’īn
36. Mengapakah orang-orang kafir itu bersegera datang ke arahmu.

Tafsir :

Terdapat dua pendapat di kalangan para ulama tentang makna مُهْطِعِينَ. Pertama, ada yang menyebut bahwa مُهْطِعِينَ makanya adalah مُسْرِعِيْنَ, yaitu cepat/bergegas menuju kepadamu([1]). Kedua, مُهْطِعِينَ maknanya adalah مُعْرِضِيْنَ, yaitu berpaling darimu([2]). Ibnu Katsir rahimahullah berusaha untuk menggabungkan kedua makna ini dengan mengatakan seakan-akan Allah Subhanahu wa ta’ala mengatakan, “Mengapa orang-orang kafir itu bergegas kepadamu Muhammad namun kemudian berpaling darimu”.([3])

________________________

Footnote :

([1])  Lihat Tafsir Ath-Thabari: 23/ 619 dari penafsiran Hasan Al-Bashriy.

([2])  Lihat Tafsir Al-Qurthubi: 19/ 293 dari penafsiran ‘Athiyyah.

([3])  Tafsir Ibnu Katsir: 8/ 228.

Categories
70. Al-Ma’arij

Tafsir Surat Al-Ma’arij Ayat-35

35. أُو۟لَٰٓئِكَ فِى جَنَّٰتٍ مُّكْرَمُونَ

ulā`ika fī jannātim mukramụn
35. Mereka itu (kekal) di surga lagi dimuliakan.

Tafsir :

Allah akan memuliakan orang beriman yang menjaga shalatnya dengan memasukkannya ke dalam surga.