Categories
Doa Pilihan

Doa agar tidak tersesat

Doa agar tidak tersesat

اَللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْكَ أَنَبْتُ، وَبِكَ خَاصَمْتُ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِعِزَّتِكَ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ أَنْ تَضِلَّنِيْ، أَنْتَ الْحَيُّ الَّذِيْ لَا يَمُوْتُ وَالْجِنُّ وَاْلِإنْسُ يَمُوْتُوْنَ

Allaahumma laka aslamtu, wa bika aamantu, wa ‘alaika tawakkaltu wa ilaika anabtu, wa bika khaashamtu, Allaahumma inii a’uudzu bi’izzatika laa ilaaha illaa anta an tadhillanii, antal hayyul ladzii laa yamuutu wal jinnu wal insu yamuutuun

“Ya Allah kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepadaMu aku bertawakal, kepada-Mu aku bertobat, dan demi-Mu aku berdebat. Ya Allah aku berlindung dengan kemuliaan-Mu dari Engkau sesatkan aku, tidak ada ilaah yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkau Maha Hidup dan tidak akan mati, sedangkan jin dan manusia pasti akan mati”([1]).

_______________ 

([1]) HR. Muslim no. 2719.

Categories
Doa Pilihan

Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan

Doa Berlindung Dari Kecelakaan Dan Kematian Yang Mengerikan

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الهَرَمِ، وَالتَّرَدِّي، وَالْهَدْمِ، وَالْغَمِّ، وَالْغَرَقِ، وَالْحَرَقِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ يَتَخَبَّطَنِيَ الشَّيْطَانُ عِنْدَ الْمَوْتِ، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ فِي سَبِيلِكَ مُدْبِرًا، وَأَعُوذُ بِكَ أَنْ أَمُوتَ لَدِيغًا

Allaahumma innii a’uudzu bika minal haromi, wat-taroddii, wal hadmi, wal ghommi, wal ghoroqi wal harqi, wa a’uudzu bika an yatakhobbathonisy-syaithoonu ‘indal mauti, wa an amuta fii sabiilika mudbiron, wa a’uudzu bika an amuuta ladiighon.

“Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari pikun, terjatuh dari ketinggian, keruntuhan bangunan, kedukaan, tenggelam dan kebakaran. Aku berlindung kepada-Mu dari penyesatan setan saat kematian, aku berlindung kepada-Mu dari terbunuh dalam keadaan lari (dari medan perang), dan aku berlindung kepada-Mu dari mati karena tersengat binatang berbisa”([1]).

_________________

([1]) HR. Abu Dawud (1552) dan An-Nasai (5531)  dan disahihkan oleh Al-Albany dalam Sahih Sunan Abi dawud 425/1 dan Sahih Sunan An-Nasa’I 3/1123.

Categories
Doa Pilihan

Doa berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak mustajab

Doa berlindung dari ilmu yang tidak bermanfaat dan hati yang tidak khusyu’, jiwa yang tidak pernah puas dan doa yang tidak mustajab

Pertama

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابُ لَهَا

Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa min qolbin laa yakhsya’, wa min nafsin laa tasyba’, wa min da’watin laa yustajaabulahaa.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, jiwa yang tidak merasa kenyang (puas)([1]), dan dari doa yang tidak dikabulkan”([2]).

Kedua

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَعَمَلٍ لَا يُرْفَعُ، وَقَلْبٍ لَا يَخْشَعُ، وَقَوْلٍ لَا يُسْمَعُ

Allaahumma innii a’uudzu bika min ‘ilmin laa yanfa’, wa ‘amalin laa yurfa’, wa qolbin laa yakhsya’, wa qoulin laa yusma’.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, amal yang tidak diangkat([3]), hati yang tidak khusyuk, dan ucapan yang tidak didengar([4])”([5]).

______________________________

([1]) Yaitu jiwa yang tidak pernah kenyang mengejar dunia termasuk dalam makna doa ini juga adalah berlindung dari terlalu banyak makan dan tidak pernah merasa kenyang. (lihat Syarhu Ad-Duaa’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Humaid hal. 415)

([2]) HR. Muslim no. 2722 dari Zaid bin Arqam.

([3]) Yaitu amalnya tidak diterima disisi Allah ﷻ karena tidak terpenuhi syarat diterimanya amalan dan syarat terkabulnya doa di antara syarat tersebut yang paling inti adalah Ikhlas dan Mutaba’ah (mencontoh Nabi ﷺ) dan Allah ﷻ senantiasa naik kepada-Nya amalan-amalan saleh, Allah ﷻ berfirman yang artinya, “Kepada-Nyalah akan naik perkataan-perkataan yang baik, dan amal kebajikan Dia akan mengangkatnya” QS Fatir : 10 (lihat Syarhu Ad-Duaa’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Humaid hal. 541)

([4]) Ucapan disini termasuk didalamnya doa dan dzikir dan maksud dari “tidak didengar” adalah tidak diijabahi karena Allah adalah Dzat yang Maha Mendengar, tidak diijabahi karena tidak terkumpul padanya syarat terkabulnya doa sebagaimana penjelasan yang lalu. (lihat Syarhu Ad-Duaa’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Humaid hal. 541)

([5]) HR. Ibnu Hibban no.2440 dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Sahih Mawari Dzom’an 2/454 no.2066.

Categories
Doa Pilihan

Doa berlindung dari melakukan hal buruk

Doa berlindung dari melakukan hal buruk

اَلَّلهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا عَمِلْتُ، وَمِنْ شَرِّ مَا لَمْ أَعْمَلُ

Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri maa ‘amiltu, wa min syarri maa lam a’mal

Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari kejelekan apa yang aku lakukan dan dari kejelekan apa yang belum aku lakukan([1]).

_____________________

([1]) HR. Muslim no. 2716. Maksud berlindung “dari kejelekan apa yang belum dilakukan” yaitu meminta penjagaan Allah kepadanya agar tidak melakukan hal yang buruk dimasa mendatang atau berlindung kepada-Nya dari imbas perbuatan buruk yang dikerjakan orang lain (lihat Faidh Al Qodir 2/107)

Categories
Doa Pilihan

Doa berlindung dari hutang

Doa berlindung dari hutang

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْمَأْثَمِ وَالْمَغْرَمِ

“Allaahumma innii a’uudzu bika minal ma’tsami wal maghrom.”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan dosa dan hutang.”([1])

______________

([1]) H.R. Bukhari no. 832 dan Muslim no. 589

Categories
Doa Pilihan

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Lilitan Hutang Dan Penindasan Orang

Doa Berlindung Dari Kesusahan, Kesedihan, Lemah, Malas, Kikir, Penakut, Lilitan Hutang Dan Penindasan Orang

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ، وَالْعَجْزِ وَالْكَسَلِ، وَالْبُخْلِ وَالْجُبْنِ، وَضَلَعِ الدَّيْنِ وَغَلَبَةِ الرِّجَالِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal hammi wal hazani, wal ‘ajzi wal kasali, wal bukhli wal jubni, wa dhola’id-daini wa gholabatir-rijaal.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kesusahan dan kesedihan, lemah dan malas, kikir dan penakut, lilitan hutang dan penindasan orang”([1]).

____________

([1]) HR. Bukhori no. 6363.

Categories
Doa Pilihan

Doa Berlindung Dari Kejelekan Pendengaran, Penglihatan, Lisan, Hati dan Mani/Kemaluan

Doa Berlindung Dari Kejelekan Pendengaran, Penglihatan, Lisan, Hati dan Mani/Kemaluan

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنْ شَرِّ سَمْعِى، وَمِنْ شَرِّ بَصَرِى، وَمِنْ شَرِّ لِسَانِى، وَمِنْ شَرِّ قَلْبِى، وَمِنْ شَرِّ مَنِيِّى

“Allaahumma innii a’uudzu bika min syarri sam’ii, wa min syarri bashorii, wa min syarri lisaanii, wa min syarri qolbii, wa min syarri maniyyii”.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kejelekan pada pendengaranku, kejelekan pada penglihatanku, kejelekan pada lisanku, kejelekan pada hatiku, dan kejelekan pada air maniku (kemaluanku)”([1]).

___________________

([1]) HR. Tirmidzi no.3492, HR. An-Nasa’I no 5470, disahihkan oleh Al-Albany dalam Sahih Tirmidzi 3/166 dan Sahih Nasa’I 3/1108.

Categories
Doa Pilihan

Doa Berlindung Dari Sifat- Sifat buruk, Adzab Kubur, fitnah kehidupan dan kematian.

Doa Berlindung Dari Sifat- Sifat buruk, Adzab Kubur, fitnah kehidupan dan kematian.

Pertama

اَللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ، وَالْكَسَلِ، وَالْجُبْنِ، وَالْهَرَمِ والْبُخْلِ، وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal ‘ajzi, wal kasali, wal jubni, wal haromi  wal bukhli wa ‘audzu bika min ‘adzabil qobri wa min fitnatil mahya wal mamaat”

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, pengecut/rasa takut, pikun, pelit dan aku berlindung kepadamu dari adzab kubur, fitnah kehidupan dan kematian([1])”([2]).

Kedua

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَالْهَرَمِ، وَاْلَمأْثَمِ وَاْلَمغْرَمِ، وَمِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ، وَمِنْ فِتْنَةِ النَّارِ وَعَذَابِ النَّارِ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ الْغِنَى وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ الْفَقْرِ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ فِتْنَةِ اْلَمسِيْحِ الدَّجَّالِ، اَللَّهُمَّ اغْسِلْ عَنِّيْ خَطَايَايَ بِمَاءِ الثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّ قَلْبِيْ مِنَ الْخَطَايَا كَمَا نَقَّيْتَ الثَّوْبَ اْلأَبْيَضَ مِنَ الدَّنَسِ، وَبَاعِدْ بَيْنِيْ وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ اْلمَشْرِقِ وَاْلمَغْرِبِ

Allaahumma innii a’uudzu bika minal kasali wal haram, wa min fitnatil qabri wa ‘adzaabil qabr, wa min fitnatin naari wa ‘adzaabin naar, wa min syarri fitnatil ghinaa wa a’uudzu bika min fitnatil faqr, wa a’uudzubika min fitnatil masiihid dajjaal

Allaahummaghsil ‘annii khathaayaaya bi maa’its tsalji wal barad, wa naqqi qalbii minal khathaayaa kamaa naqqaitats tsaubal abyadhu minad danas, wa baa’id bainii wa baina khathaayaaya kamaa baa’adta bainal masyriqi wal maghrib

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari malas, pikun, dosa, hutang, dan dari fitnah/ujian kubur dan siksanya, dari fitnah nekara dan siksanya, dari keburukan fitnah kaya, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kefakiran([3]), dan aku berlindung kepada-Mu dari fitnah Al masih Dajjal. Ya Allah, cucilah dosa-dosaku dengan air, salju, dan es, sucikan hatiku dari dosa-dosaku seperti Engkau sucikan baju putih dari noda, dan jauhkanlah aku dari dosa-dosaku sebagaimana Engkau jauhkan antara timur dan barat”([4]).

_____________________________

([1]) Maksud dari fitnah kehidupan adalah ujian berupa kenikmatan dunia dan syahwatnya berupa wanita harta dan anak-anak, dan fitnah dunia terbesar adalah seseorang meninggal dalam keadaan su’ul khotimah adapun fitnah kematian adalah ujian ketika di alam kubur ada pendapat juga yang mengatakan ujian ketika sakaratul maut  (Syarhu Ad-Dua’ min Al-Kitab wa As-Sunnah karya Mahir bin Abdul Hamid 1/305).

([2]) HR. Bukhori no.2823, Muslim no.2706

([3]) Diantara fitnah kaya adalah keangkuhan, tindakan melampaui batas, sombong dan menyalurkan harta pada hal-hal yang berbau kemaksiatan adapun fitnah kemiskinan adalah hasad terhadap orang kaya, tamak terhadap harta mereka, merendahkan diri di hadapan mereka sehingga mengorbankan harga diri dan agama serta tidak adanya keridhoan terhadap apa yang sudah Allah ﷻ tentukan (lihat Faidh Al-Qodir 2/127)

([4]) HR. Bukhori no. 6368.

Categories
Doa Pilihan

Doa Berlindung Dari Keadaan Berat, Kesengsaraan, Keburukan Takdir Dan Kegembiraan Musuh

Doa Berlindung Dari Keadaan Berat, Kesengsaraan, Keburukan Takdir Dan Kegembiraan Musuh

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ البَلاَءِ، وَدَرَكِ الشَقَاءِ، وَسُوءِ القَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

Allaahumma innii a’uudzu bika min jahdil balaa’, wadarakisy-syaqoo’, wasuu-il qodhoo’, wasyamaatatil a’daa’.

“Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari keadaan yang berat, kesengsaraan, keburukan takdir([1]) dan kegembiraan musuh atas musibah yang menimpaku”([2]).

_____________

([1]) Ini jika ditinjau dari kejadian yang Allah tetapkan di dunia, adapun jika sisi penetapan Allah terhadap taqdir tersebut maka tidak ada taqdir yang buruk karena semua ketetapan dan hukum Allah ﷻ pasti ada hikmahnya, entah kita mengetahuinya atau tidak mengetahuinya (lihat Faidh Al-Qodir 5/201)

([2]) HR. Bukhori no.6374, Muslim no.2707.

Categories
Doa Pilihan

Doa Berlindung Dari Hilang Nikmat, Berubah Afiat, Bencana Dan Kemurkaan Allah

Doa Berlindung Dari Hilang Nikmat, Berubah Afiat, Bencana Dan Kemurkaan Allah

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ زَوَالِ نِعْمَتِكَ، وَتَحَوُّلِ عَافِيَتِكَ، وَفُجَاءَةِ نِقْمَتِكَ، وَجَمِيْعِ سَخَطِكَ

Allaahumma innii a’uudzu bika min zawaali ni’matik, wa tahawwuli ‘aafiyatik, wa fujaa-ati niqmatik, wa jamii’i sakhathik.

“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari hilangnya nikmat-Mu, dari berubahnya afiat([1])-Mu, dari bencana yang datang tiba-tiba dan dari semua kemurkaan-Mu” ([2]).

___________________________

([1]) ‘Afiat adalah keselamatan dari berbagai penyakit (lihat faidh Al-Qodir 2/110)

([2]) HR. Muslim no. 2739. Berlindung dari segala murka maksudnya berlindung dari sebab-sebab yang mendatangkan kemurkaan, apabila sebab-sebab tersebut hilang maka ia akan mendapatkan lawan dari apa yang dia berlindung darinya (lihat Faidh Al-Qodir 2/110)