Categories
83. Al-Muthaffifin

Tafsir Surat al-Muthaffifin Ayat-22

22. إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ

innal-abrāra lafī na’īm
22. Sesungguhnya orang yang berbakti itu benar-benar berada dalam kenikmatan yang besar (surga).

Tafsir:

الْأَبْرَارَ  adalah jamak dari البَرُّ atau الْبَارُّ dan maknanya adalah ‘’kelapangan/keluasan’’ sebagaimana yang telah dijelaskan pada tafsir surat Al-Infithar. Artinya orang yang disebut الْبَارُّ berbuat kebaikan yang sangat banyak. Jika bersilaturrahmi, dia tidak hanya bersilaturrahmi kepada ayahnya dan ibunya, tetapi dia juga bersilaturrahmi kepada pamannya, bibinya, kakaknya, adik-adiknya, yaitu apabila dia menjalanlan suatu amalan maka dikerjakannya dengan sangat baik. Jika dia shalat, dia tidak hanya shalat 5 waktu saja tetapi dia shalat 5 waktu di masjid ditambah shalat-shalat Sunnah lainnya. Jika dia mengeluarkan zakat maka dia tidak mencukupkan dengan yang wajib saja tetapi dia juga bersedekah kepada para fakir miskin, kepada para penuntut ilmu, dan semua itu dia berikan dalam keadaan lapang dada dan ikhlas. Dia tidak hanya mengerjakan yang wajib-wajib saja akan tetapi disempurnakan dengan amalan dan kebaikan-kebaikan lain yang banyak. Inilah yang dinamakan denganالْأَبْرَارَ  .

Mereka benar-benar dalam kenikmatan yaitu kenikmatan surga. Allah menyiapkan kenikmatan-kenikmatan yang luar biasa untuk para penghuni surga. Sebagaimana dalam sebuah hadist qudsi. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ أَعْدَدْتُ لِعِبَادِى الصَّالِحِينَ مَا لاَ عَيْنَ رَأَتْ ، وَلاَ أُذُنَ سَمِعَتْ ، وَلاَ خَطَرَ عَلَى قَلْبِ بَشَرٍ ، فَاقْرَءُوا إِنْ شِئْتُمْ ( فَلاَ تَعْلَمُ نَفْسٌ مَا أُخْفِىَ لَهُمْ مِنْ قُرَّةِ أَعْيُنٍ )

“Allah berfirman: Aku sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang sholeh surga yang tidak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga dan tidak pernah terbetik dalam hati manusia.” Bacalah firman Allah Ta’ala, “Tak seorang pun mengetahui berbagai nikmat yang menanti, yang indah dipandang sebagai balasan bagi mereka, atas apa yang mereka kerjakan.” (QS. As Sajdah: 17) (HR. Bukhari no. 3244 dan Muslim no. 2824)

Sehingga apa saja kenikmatan yang pernah kita khayalkan atau pernah terbersit di dalam hati, belum ada apa-apanya dengan apa yang nyata di dalam surga. Bidadari yang disediakan bagi para penghuni surga akan lebih cantik dari secant-cantik perempuan yang pernah dilihat oleh mata manusia, bahkan ketika ia membayangkan bentuk sempurna dari seorang wanita, niscaya bidadari melebihi khayalan dan angan-angannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *