Categories
96. Al-'Alaq

Tafsir Surat Al-‘Alaq Ayat-5

5. عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ

‘allama al-insaana maa lam ya’lam
“Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya”

Tafsir Surat Al-‘Alaq Ayat-5

Ini adalah ayat terakhir dari wahyu yang pertama kali turun. Imam Al-Qurthubi di dalam tafsirnya membawakan tiga pendapat ulama tentang الْإِنسَانُ (manusia) yang dimaksudkan pada ayat ini siapa (lihat Tafsir al-Qurthubi 20/122).

Pendapat pertama, yang dimaksud dengan الْإِنسَانُ adalah Nabi Adam ‘alaihis salam. Sebagaimana firman Allah dalam ayat yang lain:

وَعَلَّمَ آدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَٰؤُلَاءِ إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ

“Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda) semuanya, kemudian Dia perlihatkan kepada para malaikat, seraya berfirman, ‘Sebutkan kepada-Ku nama semua (benda) ini, jika kamu yang benar!” (QS Al-Baqarah : 31)

Para Malaikat tidak mengetahui tentang benda-benda itu, akan tetapi Adam mengetahuinya. Karena ilmunya Nabi Adam inilah Allah menyuruh para malaikat untuk bersujud kepadanya.

Pendapat kedua, yang dimaksud dengan الْإِنسَانُ adalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Sebagaimana firman Allah dalam ayat yang lain:

وَأَنزَلَ اللَّهُ عَلَيْكَ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَعَلَّمَكَ مَا لَمْ تَكُن تَعْلَمُ ۚ وَكَانَ فَضْلُ اللَّهِ عَلَيْكَ عَظِيمًا

“.. Dan (juga karena) Allah telah menurunkan Kitab (Al-Quran) dan Hikmah (Sunnah) kepadamu, dan telah mengajarkan kepadamu apa yang belum engkau ketahui. Karunia Allah yang dilimpahkan kepadamu itu sangat besar.” (QS An-Nisa’ : 113)

Pendapat ketiga, yang dimaksud dengan الْإِنسَانُ adalah manusia secara umum. Karena manusia diajarkan oleh Allah setelah sebelumnya dilahirkan dalam keadaan tidak tahu apa-apa. Allah berfirman:

وَاللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّن بُطُونِ أُمَّهَاتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْئًا وَجَعَلَ لَكُمُ السَّمْعَ وَالْأَبْصَارَ وَالْأَفْئِدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

“Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberimu pendengaran, penglihatan, dan hati nurani, agar kamu bersyukur.” (QS An-Nahl : 78)

Allah lah yang memberikan pendengaran, penglihatan, dan hati kepada manusia setelah sebelumnya terlahir dalam keadaan tidak berilmu. Dari sini para ulama juga mengatakan, bahwa pendengaran, penglihatan, dan hati merupakan pintu-pintu masuknya ilmu. Seorang penuntut ilmu harus mempunyai tiga hal ini agar dia bisa berkonsentrasi dalam belajar.

Oleh karena itu, ilmu merupakan karunia besar yang diberikan oleh Allah. Sekaligus menjadi pembeda antara manusia dan hewan selain perbedaan secara fisik. Selain itu, ilmu pula lah yang membedakan antara orang yang berilmu dan orang bodoh. Allah berfirman:

قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الْأَلْبَابِ

“.. Katakanlah, ‘Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?’ Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.” (QS Az-Zumar : 9)

Dan ini berlaku dalam segala hal, baik di dunia maupun di akhirat. Orang yang beribadah dengan ilmu tidak sama dengan orang yang beribadah tanpa ilmu. Bahkan Allah membedakan antara anjing yang berilmu dengan anjing yang tidak berilmu. Allah berfirman:

يَسْأَلُونَكَ مَاذَا أُحِلَّ لَهُمْ ۖ قُلْ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ ۙ وَمَا عَلَّمْتُم مِّنَ الْجَوَارِحِ مُكَلِّبِينَ تُعَلِّمُونَهُنَّ مِمَّا عَلَّمَكُمُ اللَّهُ ۖ فَكُلُوا مِمَّا أَمْسَكْنَ عَلَيْكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهِ ۖ

“Mereka bertanya kepadamu (Muhammad), ‘Apakah yang  dihalalkan bagi mereka?’ Katakanlah, ‘Yang dihalalkan bagimu (adalah makanan) yang baik-baik dan (buruan yang ditangkap) oleh binatang pemburu yang telah kamu latih untuk berburu, yang kamu latih menurut apa yang telah diajarkan Allah kepadamu. Maka makanlah apa yang ditangkapnya untukmu, dan sebutlah nama Allah (waktu melepasnya).” (QS Al-Maidah : 4)

Demikianlah tafsir lima ayat pertama yang turun pertama kali di gua Hira. Adapun ayat berikutnya tidak turun di gua Hira lagi, tapi di lain waktu. Dan para ulama menyebutkan bahwasanya ayat berikutnya berkaitan dengan Abu Jahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *