Categories
99. Al-Zalzalah

Tafsir Quran Surat Al-Zalzalah Ayat-1

1. إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

idzaa zulzilati al-ardhu zilzaalahaa
“Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang sangat dahsyat”

Tafsir Quran Surat Al-Zalzalah Ayat-1

Para ulama berselisih pendapat tentang status surat Az-Zalzalah, apakah tergolong Makkiyah atau Madaniyah. Sebagian ulama menyatakan bahwa surat Az-Zalzalah adalah Makkiyah berdasarkan topik pembahasan surat ini. Karena surat ini berisi tentang kondisi-kondisi hari kiamat. Sedangkan telah dimaklumi bahwasanya surat-surat yang berbicara tentang hari kiamat pada umumnya adalah surat Makkiyah. Akan tetapi jumhur ulama menyatakan bahwasanya surat ini adalah surat Madaniyyah.

Adapun pembahasan utama surat Az-Zalzalah adalah berbicara tentang bagaimana proses terjadinya hari kiamat, dimana bumi akan digoncangkan oleh Allah dengan sedahsyat-dahsyatnya lalu mengeluarkan isi perutnya, sehingga manusia terkaget-terkaget melihat kejadian tersebut. Kemudian dalam surat ini, Allah juga menjelaskan bahwasanya manusia dibangkitkan dalam banyak kelompok yang bermacam-macam, dan tentang balasan surga dan neraka.

Para ulama mencoba menjelaskan tentang hubungan surat Az-Zalzalah dan surat Al-Bayyinah. Mereka mengatakan, pada surat Al-Bayyinah Allah menjelaskan tentang makhluk paling baik dan makhluk paling buruk sedangkan pada surat Az-Zalzalah Allah juga menjelaskan bahwa manusia dibangkitkan berkelompok-kelompok sebagian masuk surga sebagian masuk neraka.

Terkait surat Az-Zalzalah, terdapat beberapa hadits yang menjelaskan tentangnya. Diantaranya Nabi  pernah membaca surat Az-Zalzalah dalam shalat shubuh di setiap rakaatnya. Dari seorang laki-laki dari Juhainah dia berkata:

أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقْرَأُ فِي الصُّبْحِ إِذَا زُلْزِلَتْ الْأَرْضُ فِي الرَّكْعَتَيْنِ كِلْتَيْهِمَا

“Bahwa dia telah mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca dalam shalat subuh Idza Zulzilatil Ardhu Zilzalaha’ pada kedua rakaatnya.” (HR Abu Daud no. 816)

Sampai-sampai perawi yang membawakan riwayat ini mengatakan, “Aku tidak tahu, apakah Nabi lupa atau beliau mengulang bacaannya dengan sengaja.”

Diantara hadits yang juga berkaitan dengan surat Az-Zalzalah adalah sebagaimana yang diriwayatkan oleh At-Thabrani dari Abdullah bin ‘Amr bin Ash, dia berkata:

نَزَلَتْ إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا، وَأَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَاعِدٌ، فَبَكَى أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا يُبْكِيكَ يَا أَبَا بَكْرٍ؟ ، قَالَ: أَبْكَتْنِي هَذِهِ السُّورَةُ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: لَوْ أَنَّكُمْ لَا تُخْطِئُونَ وَلَا تُذْنِبُونَ لَخَلَقَ اللهُ مِنْ بَعْدِكُمْ أُمَّةً يُذْنِبُونَ وَيُخْطِئُونَ فَيَغْفِرُ لَهُمْ

Ketika diturunkan firman-Nya, ‘Apabila bumi diguncangkan dengan guncangannya (yang dahsyat).’ (QS Az-Zalzalah : 1) Saat itu Abu Bakar As-Siddiq sedang duduk, lalu ia menangis, maka Rasulullah bertanya kepadanya, “Apakah yang menyebabkan engkau menangis, wahai Abu Bakar?” Maka Abu Bakar menjawab, “Surat inilah yang membuatku menangis.” Rasulullah bersabda: “Seandainya kalian tidak pernah berbuat kesalahan dan dosa hingga Allah tidak perlu memberikan ampunan bagi kalian, tentulah Dia akan menciptakan umat yang berbuat kesalahan dan melakukan perbuatan dosa, lalu Dia memberikan ampunan bagi mereka.” (HR Thabrani no. 87)

Allah berfirman pada permulaan surat:

إِذَا زُلْزِلَتِ الْأَرْضُ زِلْزَالَهَا

Apabila bumi digoncangkan dengan goncangan yang sangat dahsyat

زُلْزِلَتْ bermakna حُرِّكَتْ بِعُنْفٍ yaitu digoncangkan dengan keras (lihat Al-Muharror al-Wajiiz 5/510). Dan kegoncangan atau gempa yang terjadi pada hari kiamat kelak tidak sama dengan gempa yang ada sekarang ini. Allah mengingatkan akan dahsyatnya gempa bumi pada hari kiamat. Allah berfirman:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ ۚ إِنَّ زَلْزَلَةَ السَّاعَةِ شَيْءٌ عَظِيم * يَوْمَ تَرَوْنَهَا تَذْهَلُ كُلُّ مُرْضِعَةٍ عَمَّا أَرْضَعَتْ وَتَضَعُ كُلُّ ذَاتِ حَمْلٍ حَمْلَهَا وَتَرَى النَّاسَ سُكَارَىٰ وَمَا هُمْ بِسُكَارَىٰ وَلَٰكِنَّ عَذَابَ اللَّهِ شَدِيدٌ

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu, sesungguhnya kegoncangan (pada hari) kiamat itu adalah suatu (kejadian) yang sangat besar. (Ingatlah) pada hari ketika kamu melihatnya (goncangan itu), semua perempuan yang menyusui anaknya akan lalai terhadap anak yang disusuinya, dan setiap perempuan yang hamil akan keguguran kandungannya, dan kamu melihat manusia dalam keadaan mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, padahal sebenarnya mereka tidak mabuk, tetapi azab Allah itu sangat keras.” (QS Al-Hajj : 1-2)

Terjadinya kegoncangan bumi pada hari kiamat adalah pertanda akan munculnya alam lain yaitu alam akhirat. Sebagaimana banyak ayat lain yang mengisyaratkan kehancuran alam semesta pada hari kiamat kelak, seperti langit. Allah berfirman:

إِذَا السَّمَاءُ انْفَطَرَتْ

“Apabila langit terbelah.” (QS Al-Infithar : 1)

إِذَا السَّمَاءُ انْشَقَّتْ

“Apabila langit terbelah.” (QS Al-Insyiqaq : 1)

وَإِذَا السَّمَاءُ كُشِطَتْ

“Apabila langit dilepas.” (QS At-Takwir : 11)

Begitupun dengan gunung-gunung. Allah berfirman:

وَتَرَى الْجِبَالَ تَحْسَبُهَا جَامِدَةً وَهِيَ تَمُرُّ مَرَّ السَّحَاب

“Dan engkau akan melihat gunung-gunung, yang engkau kira tetap di tempatnya, padahal ia berjalan (seperti) awan berjalan.” (QS An-Naml : 88)

وَبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّا * فَكَانَتْ هَبَاءً مُنْبَثًّا

“(5) Dan gunung-gunung dihancurluluhkan sehancur-hancurnya; (6) maka jadilah ia debu yang beterbangan.” (QS Al-Waqi’ah : 5-6)

Demikian pula dengan bumi. Semuanya akan berubah dan akan diganti dengan bumi yang lain. Allah berfirman:

وَإِذَا الْأَرْضُ مُدَّتْ

“Dan apabila bumi diratakan.” (QS Al-Insyiqaq : 3)

يَوْمَ تُبَدَّلُ الْأَرْضُ غَيْرَ الْأَرْضِ وَالسَّمَاوَات

“(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit.” (QS Ibrahim : 48)

Dan diantara proses perubahan bumi tersebut adalah dengan digoncangkannya bumi dengan goncangan yang sangat dahsyat. Sebagaimana firman Allah dalam ayat pertama surat Az-Zalzalah ini. Para ulama berkata, makna زَلْزَلةٌ bukan sekedar digoncangkan akan tetapi digoncangkan dengan goncangan yang sangat dahsyat, ditambah setelahnya Allah menambahkan lafadz زِلْزَالَهَا sebagai maf’ul muthlaq yang berfungsi untuk penekanan arti dan penguatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *