Categories
Kisah Nabi

Kisah Sapi Betina (Al-Baqarah) #10

Kisah Nabi Musa ‘Alaihissalam #10
Kisah Sapi Betina (Al-Baqarah) Karena Adanya Peristiwa Pembunuhan di Kalangan Bani Israel

Oleh DR. Firanda Andirja, Lc. MA.

Allah ﷻ juga mengisahkan peristiwa berikutnya, yang menunjukkan akhlak buruk Bani Israil. Allah ﷻ berfirman:

وَإِذۡ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوۡمِهِۦٓ إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تَذۡبَحُواْ بَقَرَةٗۖ قَالُوٓاْ أَتَتَّخِذُنَا هُزُوٗاۖ قَالَ أَعُوذُ بِٱللَّهِ أَنۡ أَكُونَ مِنَ ٱلۡجَٰهِلِينَ، قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا فَارِضٞ وَلَا بِكۡرٌ عَوَانُۢ بَيۡنَ ذَٰلِكَۖ فَٱفۡعَلُواْ مَا تُؤۡمَرُونَ، قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا لَوۡنُهَاۚ قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ صَفۡرَآءُ فَاقِعٞ لَّوۡنُهَا تَسُرُّ ٱلنَّٰظِرِينَ، قَالُواْ ٱدۡعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّن لَّنَا مَا هِيَ إِنَّ ٱلۡبَقَرَ تَشَٰبَهَ عَلَيۡنَا وَإِنَّآ إِن شَآءَ ٱللَّهُ لَمُهۡتَدُونَ، قَالَ إِنَّهُۥ يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٞ لَّا ذَلُولٞ تُثِيرُ ٱلۡأَرۡضَ وَلَا تَسۡقِي ٱلۡحَرۡثَ مُسَلَّمَةٞ لَّا شِيَةَ فِيهَاۚ قَالُواْ ٱلۡـَٰٔنَ جِئۡتَ بِٱلۡحَقِّۚ فَذَبَحُوهَا وَمَا كَادُواْ يَفۡعَلُونَ، وَإِذۡ قَتَلۡتُمۡ نَفۡسٗا فَٱدَّٰرَٰٔتُمۡ فِيهَاۖ وَٱللَّهُ مُخۡرِجٞ مَّا كُنتُمۡ تَكۡتُمُونَ، فَقُلۡنَا ٱضۡرِبُوهُ بِبَعۡضِهَاۚ كَذَٰلِكَ يُحۡيِ ٱللَّهُ ٱلۡمَوۡتَىٰ وَيُرِيكُمۡ ءَايَٰتِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ،

“Dan (ingatlah), ketika Musa berkata kepada kaumnya: ‘Sesungguhnya Allah menyuruh kalian menyembelih seekor sapi betina.’

Mereka pun berkata: ‘Apakah kamu hendak menjadikan kami buah ejekan?’

Musa menjawab: ‘Aku berlindung kepada Allah agar tidak menjadi salah seorang dari orang-orang yang jahil.’

Mereka menjawab: ‘Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami, agar Dia menerangkan kepada kami; sapi betina apakah itu.’

Musa menjawab: ‘Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang tidak tua dan tidak muda; pertengahan antara itu; maka kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu.’

Mereka berkata: ‘Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami apa warnanya.’

Musa menjawab: ‘Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang kuning, yang kuning tua warnanya, lagi menyenangkan orang-orang yang memandangnya.’

Mereka berkata: ‘Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menerangkan kepada kami bagaimana hakikat sapi betina itu, karena sesungguhnya sapi itu (masih) samar bagi kami, dan sesungguhnya kami insya Allah akan mendapat petunjuk (untuk memperoleh sapi itu).’

Musa berkata: ‘Sesungguhnya Allah berfirman bahwa sapi betina itu adalah sapi betina yang belum pernah dipakai untuk membajak tanah dan tidak pula untuk mengairi tanaman, tidak bercacat, tidak ada belangnya.’

Mereka berkata: ‘Sekarang barulah kamu menerangkan hakikat sapi betina yang sebenarnya.’

Akhirnya mereka pun menyembelihnya, dan hampir saja mereka tidak melaksanakan perintah itu.

Dan (ingatlah), ketika kalian membunuh seorang manusia lalu kalian saling tuduh-menuduh tentang itu. Dan Allah hendak menyingkapkan apa yang selama ini kalian sembunyikan.

Lalu Kami berfirman: ‘Pukullah mayat itu dengan sebahagian anggota sapi betina itu!’

Demikianlah Allah menghidupkan kembali orang-orang yang telah mati, dam memperlihatkan pada kalian tanda-tanda kekuasaan-Nya agar kalian mengerti.” (QS. Al-Baqarah: 67-73)

Suatu ketika, Bani Israil terhebohkan lantaran salah seorang dari mereka ditemukan tewas terbunuh, tanpa diketahui siapa yang melakukannya. Lalu salah seorang dari mereka dengan nada menyindir mengatakan: ‘Tanyailah Musa, karena dia pasti mengetahuinya!’ Padahal, Nabi Musa ‘Alaihissalam tidaklah mengetahui ilmu gaib, kecuali apa yang Allahﷻ beritahukan kepadanya. Akhirnya, Allah ﷻ mewahyukan kepada Nabi Musa ‘Alaihissalam agar memerintahkan mereka untuk menyembelih seekor sapi betina.

Watak Bani Israil sangat buruk, dan di antara watak buruk mereka adalah sifat suka ngeyel dan banyak beralasan saat diperintah oleh Allah ﷻ dan nabi-Nya. Mereka pun terus berbasa-basi dan bertanya secara bertele-tele kepada Musa ‘Alaihissalam, sebagaimana dikisahkan dalam rangkaian ayat di atas, hingga akhirnya ditentukanlah seekor sapi betina dengan ciri-ciri yang sangat spesifik nan langka yang harus mereka sembelih. Perbuatan mereka ini akhirnya berakhir menyulitkan mereka, padahal awalnya mereka hanya diperintahkan untuk menyembelih sapi betina mana pun.

Dikisahkan bahwa hanya ada satu ekor sapi di seluruh negeri Bani Israil yang memenuhi kriteria tersebut. Mengetahui hal itu, pemilik sapi tersebut pun menolak untuk menjualnya kecuali dengan harga yang sangat mahal, yaitu seharga emas seberat sapi tersebut([1]). Bani Israil pun dengan susah payah mengumpulkan harga tersebut, hingga akhirnya sapi tersebut terbeli, dan mereka pun menyembelihnya.

Kemudian Allah ﷻ mewahyukan kembali kepada Nabi Musa ‘Alaihissalam, agar memukulkan salah satu bagian tubuh sapi tersebut kepada si mayat. Ada yang mengatakan bahwa yang dimaksud adalah ekornya, ada pula yang mengatakan pahanya([2]). Nabi Musa ‘Alaihissalam pun kemudian memukulkan bagian tersebut kepada si mayat, dan dengan izin Allah ﷻ mayat tersebut pun hidup kembali lantas memberitahukan kepada Bani Israil tentang siapa yang telah membunuhnya, kemudian ia pun kembali mati([3]). Ini adalah mukjizat berikutnya milik Nabi Musa ‘Alaihissalam yang Allah ﷻ tampakkan pada Bani Israil.

Footnote:

_________

([1]) Lihat: Tafsir Ath-Thabari 2/220

([2]) Lihat: Tafsir Al-Qurthubi 1/457

([3]) Lihat: Tafsir Ath-Thabari 2/185

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *